22 Maret 2013

Masakan Padang Paling Favorit

Siapa tak kenal masakan Padang. Masakan yang telah dikenal di Indonesia maupun mancanegara. Nah sebenarnya dari sekian banyak menu masakan Padang, apa saja yang paling favorit? Berikut lima menu favorit masakan Padang

Rendang


Rendang menjadi makanan paling enak di dunia tahun 2012. Makanan yang cocok dengan lidah sebagian besar orang. kualitas rendang yang tidak banyak diketahui orang adalah cara dan tempat memasaknya. Racikan paduan bumbu harus dimasak di tungku. Dibutuhkan waktu beberapa jam sampai bumbu rendang menyatu dan agak kering. Tentunya berbeda dengan rendang yang dimasak di kompor minyak apalagi kompor listrik.

Dendeng


Dendeng sebenarnya ada dua dendeng kering dan dendeng lambok (kurang kering). Keduanya punya ciri khas rasa. Dendeng kering dijemur selama beberapa hari agar didapatkan kualitas daging dendeng kering yang enak. Sedangkan yang lambok tidak perlu menunggu sampai benar-benar kering. setelah itu diracik dengan cabai merah ataupun bisa dengan cabai hijau. Umumnya memang dipadukan dengan cabai merah.

Ayam Pop


Ayam pop merupakan ayam kampung yang dipadu dengan bumbu minimalis, direbus, dan kemudian digoreng sebentar. Warnanya masih pucat, tetapi rasanya sangat gurih. Itulah keistimewaan ayam pop. Sangat sederhana tapi rasa luar biasa. Yah itulah ayam pop yang sangat mencirikan masakan Padang.

Kepala Kakap


Kepala kakap merupakan favorit khususnya di kalangan bapak-bapak. ‘mencongkel’ setiap bagian kepala kakap menjadi seni tersendiri sebelum akhirnya masuk mulut dan merasakan nikmatnya kepala kakap. Memang tidak semua restoran masakan Padang menyediakan kepala kakap karena bahan baku yang agak sulit didapat dan juga biasanya harganya lebih tinggi.

Ikan Asam Pedas


Menu ini berkuah tapi tidak menggunakan santan. Memang tetap berciri pedas. Bisa kepala, bagian tengah ataupun bagian buntut ikan. Kuahnya berwarna orange akan membuat lidah bergoyang menikmati perpaduan ikan segar dan olahan bumbu yang pas. Orang Padang (Minang) menyebutnya dengan ikan asam padeh, benar-benar pedas.

Nah, namun tentunya bukan berarti yang lain tidak favorit. Apalagi hampir semua masakan Padang itu enak dan disukai sebagian besar orang. Setuju?

»»  read more...
'

18 Maret 2013

Kota Wisata Kuliner Cemilan di Indonesia

Untuk yang ingin jalan-jalan ke kota wisata sambil menikmati kuliner enak, jangan lewatkan datang ke 5 kota berikut yang terkenal dengan cemilan enaknya.

1. Padang

Padang terkenal dengan keripik balado. Rasanya yang pedas dan manis digemari hampir semua orang.
Selain keripik balado, cemilan lain khas Padang yang cocok dijadikan adalah dakak-dakak. Cemilan yang terbuat dari singkong dan berwarna kuning. Anda pun bisa melihat makanan ini hampir tidak absen di meja penduduk Minangkabau.

Tidaklah sulit untuk menemukan toko yang menjual kedua cemilan khas ini. Hampir semua toko makanan di Kota Padang menyajikan cemilan ini, seperti toko yang ada di Pasar Raya Kota Padang dan kawasan Pecinaan.

2. Palembang

Palembang memiliki kerupuk ikan yang sudah terkenal. Rasanya ikan yang begitu terasa di kerupuk membuat orang tak bisa berhenti mengunyahnya. Bahkan, tak sedikit traveler yang sengaja datang ke Palembang hanya untuk membeli kerupuk ini langsung dari daerahnya.

Kerupuk Palembang juga dijual di banyak tempat di kota Palembang. Mulai di toko oleh-oleh, sampai dalam mobil, ada yang menjualnya. Kalau ingin yang lebih lengkap Anda bisa datang ke pasar yang ada di Kota Palembang, seperti Pasar 16 Ilir Pasar Kuto dan Pasar Plaju. 

3. Semarang

Semarang memiliki ciri khas wingko. Panganan yang satu ini berbahan dasar kelapa dengan aneka rasa. Wingko biasanya dijual per satu tas ukuran kecil. Tiap tas berisi 10 kantung kecil yang masing-masing diisi dengan 1 buah wingko. Untuk bisa membelinya, bisa mengunjungi sentra oleh-oleh di Kota Semarang.

Simpang Lima di Semarang juga bisa menjadi lokasi pas untuk berburu Wingko. Ini adalah kawasan belanja dan pusat oleh-oleh di Semarang. Anda bisa memuaskan hasrat belanja dan memborong cemilan, tentu salah satunya Wingko.

4. Yogyakarta

Yogyakarta terkenal dengan gudeg, bakpia dan gorengan belalang. Anda bisa datang ke kawasan Malioboro. Di sana ada banyak toko yang menjual aneka merk dan jenis bakpia. Jalan sedikit ke Pasar Pathuk, Anda bisa melihat pabrik pembuatan kue ini.

Gorengan belalang digandrungi banyak orang. Traveler pun rela jauh-jauh datang langsung ke Kabupaten Gunung Kidul yang menjadi sentra cemilan ini. Di sana, Anda bisa menemukan banyak warung yang menjual gorengan belalang nan renyah. 

5. Mataram

Mataram juga punya cemilan khas yang diburu setiap traveler yang datang, yaitu manisan kering rumput laut. Cemilan lezat ini bisa Anda temukan di seluruh pelosok Pulau Lombok, khususnya Mataram. Ada banyak toko yang menjajakan manisan kering ini dalam kemasan besar dan kecil.

Manisan rumput laut khas Lombok ini dibuat mirip seperti permen. Rasanya pun beraneka macam, ada rasa nanas, stoberi, melon dan masih banyak lagi. Semua rasa digabung dalam satu kemasan. Anda pun bisa mencicipi seluruh rasa. Saat ini, manisan rumput laut menjadi primadona di kalangan turis, rasa manisnya yang pas dan kelembutannya begitu terasa saat meluncur ke tenggorokan.

Nah, apakah Anda sudah menentukan pilihan mau berkunjung ke kota mana untuk berwisata sekaligus menikmati cemilannya?
»»  read more...
'

Surga Oleh-oleh di Indonesia

Belanja oleh-oleh menjadi kegiatan penutup dalam traveling. Indonesia memiliki lima pasar oleh-oleh terbaik yang bisa menjadi tujuan Anda berburu buah tangan:



1. Pasar Beringharjo, Yogya




Pasar Beringharjo terletak di Jl Jenderal A Yani atau di ujung Jalan Malioboro. Berdiri sejak tahun 1756, Pasar Beringharjo memiliki empat lantai dengan masing-masing keunikan di tiap lantainya.

Lantai 1 koleksi batik yang lengkap, ada pakaian jadi, batik bahan sutra, chiffon sampai katun. Selain itu, ada juga blangkon, tas, sendal dengan motif batik.

Lantai 2 bahan dasar jamu dan rempah-rempah herbal. 

Lantai 3 barang-barang antik. 

Lantai 4 kerajinan tangan yang menarik, ada tas anyaman, sandal anyaman sampai sarung bantal untuk sofa. 
2. Pasar Sukawati, Gianyar






Pasar Sukawati terletak di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Belanja oleh-oleh mulai dari kaos khas dengan tulisan 'Bali' dan lambang merk bir terkenal, aksesoris berupa kalung dan gelang, sendal, tas, lukisan-lukisan yang menggambarkan kehidupan Bali, kain Bali, dan masih banyak lagi. Pasar ini mulai buka dari pukul 08.00 WITA
Harga berkisar sepuluh ribu hingga ratusan ribu rupiah. 



3. Pasar Triwindu, Solo





Pasar yang terletak di Jl Diponegoro ini menjual barang bersejarah dengan harga yang murah. Wow!
Di sini, tersedia barang-barang seperti uang kuno, gramofon, telepon kuno, kerajinan keramik, dan pernak-pernik antik yang cantik. Pasar Triwindu terbagi menjadi 2 lantai. 

Lantai 1 ada penjual uang kuno, aksesori, keramik, dan beragam perabotan rumah tangga seperti meja dan lampu antik. 

Lantai 2 terdapat pedagang sparepart kendaraan bermotor yang sudah langka, kebanyakan untuk motor-motor tua.


4. Pasar Atas, Lereng, dan Bawah di Bukittinggi






Bukittinggi di Sumatera Barat punya pasar tradisional yang unik. Kota ini memiliki tiga pasar yang letaknya berdekatan dan memiliki nama yang sesuai letaknya, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng, dan Pasar Bawah. Pasar-pasar ini letaknya di pusat Kota Bukittinggi dan dekat dengan Jam Gadang.

Pasar Bawah yang letaknya paling bawah. Pusatnya masakan padang, sayur, dan buah. Pasar ini cocok untuk ibu rumah tangga yang gemar masakan padang. 

Pasar Lereng yang letaknya berada kontur jalan yang miring seperti lereng, Anda akan menemukan banyak kaos-kaos yang bertuliskan 'Bukittinggi', gantungan kunci, dan miniatur Jam Gadang. Anda harus pintar-pintar menawar di Pasar Lereng. Selain itu, Anda juga bisa menikmati aneka jajanan khas Sumatera Barat, seperti karakaliang, dadiah, nasi kapau, dan keripik balado. 

Pasar Atas yang letaknya paling tinggi, Anda bisa menemukan aneka kain sulam khas Sumatera Barat dan kain songket yang khas.

5. Pasar Permata, Martapura





Terletak di kawasan Martapura di Kalimantan Selatan. Di sini Anda akan menemukan pasar berisi aneka olahan batu permata. Di Martapura terdapat dua pusat perdagangan hasil olahan batu permata, yaitu Pasar Batu dan Pasar Cahaya Bumi Selamat. Di pasar inilah Anda bisa berbelanja batu-batu permata yang indah, warna-warni dan berharga. Aneka hasil kerajinan dari batu permata seperti gelang, cincin, kalung dan anting juga dapat Anda temukan dengan mudah.


Tanah Martapura kaya akan mineral dan barang tambang, hal ini menjadikannya sebagai sumber penghasil batu intan permata. Tak heran, Martapura juga memiliki julukan sebagai Kota Intan. Harga permata di sana mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 500 juta. 




Nah, udah siap untuk traveling dan belanja?
»»  read more...
'

4 Maret 2013

Kota Pendidikan di Indonesia

Pendidikan telah menjadi harga mati. Pendidikan berperan penting dalam membangun daya saing bangsa, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, pendidikan telah berkembang dari masa sebelumnya. Kemudian, muncul juga kota-kota sebagai pusat pendidikan. Nah berikut beberapa kota yang dijadikan pusat atau acuan pendidikan di tanah air

Jakarta

 
 
Jakarta merupakan kota pusat berbagai bidang. Mulai ibukota Negara sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, bahkan menjadi salah satu pusat pendidikan. Siapa tak kenal Universitas Indonesia, salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air, didirikan dan sebagian perkuliahan berlokasi di Jakarta meskipun pusatnya sekarang telah dipindahkan ke Depok. Masih banyak perguruan tinggi lain maupun sekolah menengah (SMP-SMA) berkualitas lainnya. Posisi Jakarta yang strategis dan memegang peranan penting meningkatkan pendidikan di ibukota negara ini.

Bandung


 Sejak jaman kolonial Belanda, Bandung menjadi tujuan pelajar-mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air untuk melanjutkan pendidikanny. Saat itu yang ada hanya Technise Hoge School (THS) yang sekarang nomenklaturnya Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB, tetap menjadi salah satu kampus favorit di Indonesia. Kemudian muncul Perguruan Tinggi lainnya. Cuaca Bandung yang tidak terlalu panas menjadi nilai tambah sendiri bagi kemajuan bidang pendidikan. Mahasiswa menjadi lebih nyaman melanjutkan pendidikan di kota ini.

Yogyakarta

 
Sejak masa awal kemerdekaan Yogyakarta sudah menjelma sebagai kota yang menawarkan pendidikan bermutu bagi orang Indonesia. Hal ini ditandai dengan berdirinya Universitas Gajah Mada, salah satu kampus terpopuler di Indonesia. Bukan hanya itu, banyak pusat dan lembaga pendidikan di Yogyakarta yang bisa dijadikan acuan kemajuan pendidikan. Memang UGM menjadi pelopor berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Malang

 
Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama, Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur bahkan dari luar negeri. Malang menjadi salah satu kota ternyaman dengan udara sejuk di Indonesia. Ini tentunya memberikan nilai lebih tersendiri. Untuk pendidikan menengah (SMA) beberapa sekolah di Malang memiliki prestasi nasional.

Bukittinggi

Bukittinggi memang tidak sepopuler Jakarta, Bandung atau Yogyakarta. Tapi yang harus diingat, untuk wilayah Sumatera: Bukitinggi sejak zaman kolonialis Belanda, kota ini telah menjadi pusat pendidikan. Diawali Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers (sekolah guru untuk guru-guru bumiputera), yang selanjutnya berkembang menjadi volksschool atau sekolah rakyat. Banyak juga tokoh besar lahir dari kota ini. Harus diakui akses dan fasilitas yang lebih baik di Pulau Jawa, membuat pelajar Bukittinggi merantau untuk pendidikan lebih baik. Mereka masuk perguruan tinggi berkualitas macam UI, ITB, UGM, STAN, dan sebagainya.

Sebenarnya kota-kota lain tidak kalah bidang pendidikannya. namun, menurut penulis kota di atas yang sering dijadikan acuan perkembangan pendidikan, dilihat dari kualitas SDM, banyaknya institusi pendidikan, kepedulian pemerintah kotanya dalam pendidikan dan sebagainya. 

Semoga bermanfaat.

»»  read more...
'